LANGIT DAN TUJUH BIDADARI
Hai teman-teman.. Pernahkah kalian melihat pelangi ? Apa sih pelangi itu ?
Yuukk.. kita belajar dan bermain bersama pelangi, tujuh bidadari di langit biru.
Dahulu, di negeri luar angkasa, hiduplah sepasang dewi langit dan dewa matahari. Mereka tinggal bahagia bersama ketujuh putrinya yang cantik jelita. Ada bidadari merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.
Suatu hari ketika mendung menutup langit, sehingga bumi menjadi agak gelap, ketujuh bidadari itu ingin turun ke bumi untuk mandi di sungai. Mereka pergi tanpa berpamitan dengan kedua orang tuanya. Ketika sedang asyik bermain air di sungai, tiba-tiba hujan pun turun membasahi bumi. Hujan itu merupakan air mata sang dewi langit yang sedang bingung dan khawatir karena merasa kehilangan ketujuh putrinya. Ia takut terjadi hal yang buruk dengan ketujuh buah hatinya. Apalagi ia sedang sendiri, karena sang dewa matahari sedang tidak berada di rumah langit.
Menyadari hal itu, dewa langit bergegas mencari ketujuh putrinya, ia menampakkan sedikit sinarnya ke bumi agar dapat melihat dimana cahaya-cahaya tampak, sebutan bagi ketujuh putri kesayangannya. Tidak lama kemudian, bidadari-bidadari cantik itu pun mengetahui kegelisahan yang sedang dirasakan kedua orang tuanya, raja dan ratu penguasa negeri langit. Kemudian mereka mengakhiri mandinya dan memutuskan untuk kembali ke rumah langit agar ibunya berhenti menangis.
Nah, saat mereka kembali ke rumah langit, cahaya putih sang dewa matahari dibiaskan oleh tetesan-tetesan air hujan, sehingga membentuk busur spektrum di langit nan biru dengan urutan dari atas ke bawah yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Ini merupakan selendang-selendang para bidadari yang membentuk pita garis-garis paralel. Pita ini disebut spektrum. Si merah selalu berada paling atas, karena ia merupakan putri sulung dari dewi langit dan dewa matahari. Spektrum cahaya merah ini mempunyai panjang gelombang yang paling panjang dan memiliki frekuensi paling rendah. Sedangkan si bungsu ungu, memiliki panjang gelombang paling pendek dan frekuensinya paling tinggi, sehingga ia selalu berada pada posisi paling bawah.
Cukup lama perjalanan ketujuh bidadari itu menuju langit biru, membuat manusia senang menikmati pemandangan indah yang jarang terlihat ini, yang disebut dengan fenomena pelangi. Ya, pelangi. Adalah anugerah Tuhan yang sangat menakjubkan, mempesonakan setiap butir mata yang memandanginya, mendamaikan hati sang penikmat suguhan alam semesta.
Umm.. tahukah kalian, kira-kira di mana ya pelangi bisa terlihat? Ya, biasanya pelangi bisa dilihat di daerah pegunungan atau ketika mendung atau ketika hujan baru berhenti turun.
Keunikan pelangi adalah hanya dapat dilihat sesaat setelah hujan dan disertai cahaya matahari, biasanya terjadi di pagi maupun sore hari saat sudut antara matahari dan bumi masih rendah. Posisi pengamat juga menentukan ternyata, yaitu jika diantara hujan dan sinar matahari, dan sinar matahari berada di belakang si pengamat. Sehingga terjadi garis lurus antara matahari, pengamat, dan busur pelangi. Akibatnya terbentuklah pelangi dari hasil pembiasan dan posisi pengamat tadi.
Oh ya, ternyata, pelangi itu bermacam-macam lho, ada classic rinbows, circular rainbows, secondary rainbows, red rainbows, Sundogs, fogbows, waterfall rainbows, fire rainbows, dan moonbows.
Hmm.. begitulah teman-teman cerita sederhana tentang proses terjadinya pelangi. Ini ceritaku, mana ceritamu ?:)
http://laelmoo.blogspot.com/2012/04/cerita-sains-sederhana-untuk-anak_05.html